Pertemuan 3 KPPL (E) - 11/09/2024
Ulasan/ Resume Paper yang Menggunakan Model Proses dalam Membangun Perangkat Lunak.
Judul paper yang akan diresume:
Pengembangan Sistem Informasi Toko Online Menggunakan Metode Prototyping untuk Penjualan Produk Furniture.
Pengembangan Sistem Informasi Toko Online Menggunakan Metode Prototyping untuk Penjualan Produk Furniture.
Link:
https://www.researchgate.net/publication/382723805_Pengembangan_Sistem_Informasi_Toko_Online_Menggunakan_Metode_Prototyping_untuk_Penjualan_Produk_Furniture?_tp=eyJjb250ZXh0Ijp7ImZpcnN0UGFnZSI6Il9kaXJlY3QiLCJwYWdlIjoiX2RpcmVjdCJ9fQ
Toko Furniture Kosambi Jaya menjual perlengkapan rumah tangga. Saat ini setiap pelanggan yang ingin membeli sesuatu sekarang harus mengunjungi toko tersebut karena sistemnya masih manual. Dengan menggunakan sistem seperti itu, dapat memengaruhi keterhambatan kemampuan pelanggan untuk melakukan pembelian. Dari permasalahan yang ada di toko, penulis menggunakan metode prototyping pada sistem informasi online penjualan furniture. Metode Prototyping adalah pengujian pengembangan software yang menyimulasikan pembuatan program oleh developer dan memungkinkan pengguna untuk mengevaluasi program secara langsung. Pengunaan metode ini adalah agar sistem penjualan produk furniture pada Toko Kosambi Jaya Furniture yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan yang sebenarnya.
Sistem informasi penjualan sangat
bermanfaat dalam pencatatan penjualan serta pencatatan informasi persediaan dan pengelolaan
informasi objek ( Qomarudin, Sudrajat & Sopandi,
2018). Tetapi yang terjadi disaat ini di toko
Kosambi Jaya Furniture belum mempraktikkan
sistem informasi penjualan, melainkan masih
memakai sistem penjualan manual yang
mewajibkan tiap pelanggan yang mau
melaksanakan pembelian untuk tiba ke toko jika
ingin membeli sesuatu produk.
Dengan sistem penjualan seperti ini,
pelanggan terpaksa mengorbankan waktu mereka
yang dihabiskan untuk berangkat ke toko, sehingga
prosedur transaksi tidak produktif (Zaliluddin &
Rohmat, 2018). Sistem seperti ini juga bisa
mempersulit pelacakan penjualan dan melacak
persediaan barang yang ada di toko (Handayani,
2018)
Model Proses yang dipakai:
Metode prototyping adalah salah satu yang
penulis manfaatkan saat membuat aplikasi ini
sebagai uji coba. Karena cepat dan mudah
digunakan, pendekatan prototyping adalah salah
satu cara paling populer untuk memodelkan suatu
program dalam pengembangan perangkat lunak
(Abdullah & Kurniawan, 2021). Beberapa proses
manufaktur, termasuk input, output, proses, sumber
yang ditangani, dan kontrol, digunakan dalam
pendekatan prototipe (kontrol). Tujuan utama dibuatnya sistem informasi
ini adalah untuk memudahkan pelanggan dalam
melakukan pembelian secara online dan untuk
membantu administrator melacak tingkat penjualan
dan persediaan.
Tahapan Aktivitas yang dilakukan:
1. Pola Pengembangan Aplikasi
Teknik prototyping yang digunakan
dalam tahapan pengembangan aplikasi
meliputi:
a. Pengumpulan Kebutuhan aplikasi : melaksanakan pengamatan
tentang aplikasi dan kebutuhan yang
diperlukan sistem.
b. Membangun Prototype : desain awal program
dibangun di atas layanan pelanggan,
misalnya dengan membuat formulir input
dan output.
c. Evaluasi Prototype : mengevaluasi prototype
yang dibuat, jika prototype memenuhi
kebutuhan yang sesuai dengan
pelanggan, maka dilakukan tahap
selanjutnya, tetapi jika sistem yang dibuat
tidak memadai atau tidak sesuai, maka
diharapkan untuk mengulang tahapan
sebelumnya.
d. Pengodean Sistem
: mengubah prototyping ke bahasa
pemrograman jika prototyping sudah
disetujui.
e. Pengujian Sistem
: pengujian dari
sistem yang sudah selesai dibuat dari
tahapan sebelumnya.
f. Evaluasi Sistem
: dilakukan untuk melihat
apakah sistem yang dibuat sudah sesuai
dengan keinginan pelanggan atau tidak.
Jika sistem yang dibuat tidak sesuai maka
tahapan yang dilakukan akan mengulang
tahapan yang telah dilakukan
sebelumnya.
g. Penggunaan Sistem : pelanggan dapat menggunaka sistemnya,
jika sebuat sistem telah melewati tahap
evaluasi dan sistem telah disetujui.
2. Pengumpulan Data
Penulis
menggunakan metode ini untuk
melakukan analisis data dan menjadikannya
informasi yang digunakannya untuk
mengetahui permasalahan yang dihadapi.
Metode pengumpulan data terdiri dari
beberapa bagian, yaitu:
a. Observasi : proses-proses yang
terjadi dapat diamati, mulai dari pihakpihak yang terlibat dan beralih ke produk
yang diperdagangkan dan sebagainya.
b. Wawancara : mewawancarai nara sumber atau pemilik usaha dari Kosambi Jaya Furniture tentang operasi penjualan mereka untuk mendapatkan informasi yang
dapat membantu dalam proses
perancangan sistem
c. Studi Literatur : pengumpulan data dengan melihat dan
merekam atau mencatat data yang ada di
dokumen dan proses penjualan di Toko
Kosambi Jaya Furniture.
3. Analisis Sistem
Dengan mengnalisis sistem ini, dapat
membantu terciptanya sistem yang lebih
baik maka dilakukan analisis untuk
menghasilkan kesimpulan yang lebih jelas
dan lebih detail. Selain itu, dilakukan
penelitian untuk melihat apakah sistem
informasi yang akan dibuat akan membantu
perkembangan bisnis.
a. Analisis Kelemahan Sistem
Kelemahan Sistem merupakan kondisi
atau situasi yang menyimpang dari sasaran atau tujuan pengengembangan
sistem. Di bawah ini merupakan
kelemahan dan peluang sebuah sistem:
- Opportunity (peluang) : memanfaatkan jejaring sosial sebagai
alat promosi atau fitur mesin pencari
seperti Google, Yahoo, Bing, dan lainlain meningkatkan kemungkinan
menjadi terkenal di masyarakat
umum.
- Threads (Ancaman) : bertambahannya jumlah pesaing
merupakan ancaman yang penting
untuk mendapat perhatian. Situs
jejaring sosial, situs berita online, dan
situs web populer lainnya akan
menjadi ancaman bagi sistem seiring
dengan bertambahnya pengguna
internet setiap hari.
b. Analisis Kebutuhan Fungsional
Tujuan utama dari sistem adalah untuk
memenuhi kebutuhan fungsional. Sistem
harus mampu memenuhi persyaratan:
- Admin : administrator bertanggung jawab atas
situs web dan memiliki akses paling
banyak ke sistem admin untuk
menangani semua data situs web
- Konsumen
: mereka yang
memesan barang dapat memeriksa
informasi barang, memesan,
mendaftar, dan tututan sebagai
pelanggan jika layanan tidak sesuai
standar.
- Karyawan
: pegawai toko yang
melakukan penjualan offline bagi
pelanggan yang berkunjung ke toko
dan proses jual beli dilakukan di toko
c. Analisis Kebutuhan Non-Fungsional
Persyaratan non-fungsional adalah
perangkat tambahan yang disertakan
dalam sistem. Fasilitas yang terdapat
dalam sistem adalah:
• Kebutuhan Perangkat Keras
(Hardware ) komputer,
printer, dan perangkat pendukung
lainnya
• Kebutuhan Perangkat Lunak
(Software)
Program yang digunakan untuk
mengoperasikan, Sistem Operasi Windows 10.
• Brainware orang-orang yang akrab dengan
desain dan pemeliharaan sistem
d. Analisis Kelayakan Ekonomi
Analisis kelayakan ekonomi adalah
keserdiaan biaya yang diperlukan untuk
pembelian peralatan dan biaya
operasional untuk kinerja yang
diperlukan.
4. Perancangan sistem
adalah serangkaian
tindakan yang dilakukan dengan cermat saat
sistem sedang dibuat (Iriadi & Rosdiana,
2017). Perancangan sistem berbasis UML
terdiri dari use case diagram dan sequence
diagram yaitu:
a. Use case Diagram
Use Case Diagram merupakan
deskripsian dari beberapa atau semua
aktor. Sistem yang melakukan tugas atau
proses tertentu dan terhubung dengan
entitas disebut aktor. Use case diagram
menggambarkan fungsionalitas yang
diharapkan dari suatu sistem. Use case
diagram menjelaskan cara kerja seperti
login ke sistem dll.
b. Sequence Diagram
Sequence diagram adalah deskripsi
tentang bagaimana hal-hal berhubungan
satu sama lain dalam bentuk pesan yang dikirim dalam urutan tertentu untuk
menciptakan hasil yang diinginkan.
Spesifikasi:
Yang terjadi saat admin login terlihat
pada gambar 3 di atas, administrator harus
terlebih dahulu memasukkan username
dan password pada halaman Login
sebelum mengklik tombol Login. Ini
memulai prosedur validasi data untuk
menentukan apakah nama pengguna dan
kata sandi yang mereka masukkan sudah
akurat. Jika informasi admin akurat,
Anda dapat mengakses halaman admin,
namun jika informasi tersebut salah lalu
sistem tersebut akan mengarahkan admin
ke halaman login agar dapat
memasukkan kembali username dan
password dengan benar.
Pengguna harus memasukkan
username dan password terlebih dahulu
pada halaman Login sebelum mengklik
tombol Login. Ini memulai proses
validasi data, yang menentukan apakah
data yang mereka berikan akurat atau
tidak. Jika data yang dimasukkan akurat,
sistem akan membawa pengguna ke halaman penjualan, jika tidak, itu akan
kembali ke halaman login. Pelanggan
dapat melakukan pembelian dengan
menambahkan produk ke keranjang
belanja dan kemudian melanjutkan ke
checkout setelah login.
Desain:
Hasil dari mempraktikkan desain Toko Kosambi Jaya Furniture yang telah memanfaatkan sebuah teknologi sistem informasi penjualan yaitu sebagai berikut.
Hasil dari mempraktikkan desain Toko Kosambi Jaya Furniture yang telah memanfaatkan sebuah teknologi sistem informasi penjualan yaitu sebagai berikut.
a. Halaman Login form input username dan kata sandi
dapat ditemukan di halaman Login.
Pengguna dapat login dengan menggunakan username atau nama pengguna dan kata
sandi yang telah tersimpan di dalam
database.
b. Halaman Home halaman utama ini memberikan
informasi tentang barang yang dijual di Toko
Kosambi Jaya Furniture. Home, Category,
Cart, Shopping History, Logout, Checkout,
dan kolom pencarian item merupakan menu
yang terdapat di halaman tersebut.
c. Halaman Keranjang produk yang telah ditambahkan ke
keranjang terlihat di sini, bersama dengan
informasi tentang pesanan, harga, jumlah,
dan subharga. Ada satu tombol checkout
untuk menyelesaikan pesanan Anda dan satu
tombol hapus untuk membatalkan pesanan
Anda.
d. Halaman Detail Pembelian Pelanggan akan melihat halaman
detail pembelian, yaitu halaman dengan
informasi produk yang harus dibayar, setelah
memasukkan alamat dan check out.
e. Halaman Riwayat Belanja Informasi tentang barang yang telah
dibeli pelanggan tersedia di halaman ini.
Pada menu ini, pelanggan dapat melihat
riwayat belanja mereka dan status pesanan
produk.
Testing atau Validation:
Toko Kosambi Jaya Furniture sangat
diuntungkan dengan penggunaan sistem aplikasi
ini untuk melakukan kegiatan pemasaran dan
melakukan penjualan produk. Konsumen, di sisi
lain, belajar tentang produk furniture yang terus
diperbarui dan informasi apa pun yang selalu
update. Kesimpulan artikel menyatakan bahwa
banyak langkah yang dilakukan, termasuk
pengumpulan data, membangun prototyping,
evaluasi prototyping, pengujian sistem, evaluasi
sitem, penggunaan sistem, untuk membangun
sistem informasi di Toko Kosambi Jaya Furniture.
Selain itu, sistem ini memiliki manfaat, yaitu:
1. Konsumen dalam setiap produk di website ecommerce ini memiliki detail furnitur yang
menampilkan informasi tentang furnitur
yang diminati pelanggan, memilih produk
menjadi lebih mudah.
2. Untuk mencegah hak akses spam/bot yang
tidak diinginkan untuk dimasukkan otomatis
oleh komputer. Formulir pendaftaran
pelanggan baru dan menu login ini
dilengkapi dengan verifikasi.
3. Teknologi ini dapat menghasilkan laporan
keuangan, menghilangkan kebutuhan
laporan yang dilakukan secara manual di
Toko Kosambi Jaya Furniture.
4. Permudah transaksi bagi pengguna dan
admin, mulai dari melakukan pemesanan
hingga menggunakan keranjang belanja dan
memverifikasi pengiriman.
Evolution:
Diperlukannya beberapa saran untuk
memperbaikan sistem ini di masa mendatang
karena banyaknya kendala yang mengakibatkan
banyak kekurangan. Adapun saran-saran tersebut
antara lain:
1. Dalam menjalankan bisnis online, penting
untuk memperhatikan keamanan transaksi,
teknologi yang digunakan, dan selalu update
dengan mengikuti perkembangan teknis.
2. Website ini dapat ditingkatkan dari segi
interface karena merupakan salah satu
komponen yang mendukung sistem yang
sedang berjalan. Prosedur transaksi dan
komunikasi akan berjalan lebih lancar
dengan tampilan yang estetis dan userfriendly.



Comments
Post a Comment