Pertemuan 12 KPPL (E) - 13/11/2024

  1. Buatlah SRS dari Video Aplikasi Smart Home di atas
  2. Buat use case diagram untuk Aplikasi Smart Home

Software Requirement Spesification (SRS) Untuk Aplikasi Smart Home

I. Pendahuluan
    I.1 Tujuan
    Dokumen ini bertujuan untuk mendefinisikan spesifikasi kebutuhan perangkat lunak (Software Requirements Specification) untuk sistem aplikasi smart home. Sistem ini dirancang untuk mengontrol perangkat rumah secara otomatis, memberikan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi energi bagi pengguna.

    I.2 Ruang Lingkup (Scope)

  • Pemantauan real-time perangkat rumah.
  • Otomasi berdasarkan jadwal atau kondisi tertentu.
  • Pemberitahuan keamanan.
  • Kontrol jarak jauh melalui aplikasi.
    I.3 Definisi, Akronim, dan Singkatan
  • IoT: Internet of Things
  • API: Application Programming Interface
  • CCTV: Closed-Circuit Television
  • UI: User Interface

    I.4 Referensi
    Referensi yang diambil berasal dari link video berjudul A Day in the Life of a Smart Home. https://youtu.be/909Nn9_hrlM?si=Q-6jaR_W6aSireaZ

II. Gambaran Sistem
    II.1 Perspektif Sistem
    Sistem smart home akan menjadi aplikasi pusat yang terhubung dengan perangkat IoT di rumah. Komunikasi dilakukan melalui jaringan Wi-Fi atau Bluetooth dengan protokol standar seperti MQTT atau HTTP REST.

    II.2 Fungsi Sistem
  • Menghidupkan/mematikan perangkat rumah dari jarak jauh.
  • Menampilkan status perangkat (aktif/nonaktif, suhu, dll.).
  • Menjadwalkan pengaturan otomatis untuk perangkat.
  • Mengirim notifikasi ketika ada aktivitas mencurigakan (sensor gerak atau CCTV). 

    II.3 Karakteristik Pengguna
  • Memiliki pengetahuan dasar tentang teknologi.
  • Membutuhkan sistem mudah digunakan dengan antarmuka intuitif.

    II.4 Batasan Sistem
  • Sistem bergantung pada koneksi internet.
  • Tidak kompatibel dengan perangkat IoT non-standar.

    II.5 Asumsi dan Ketergantungan
  • Perangkat IoT sudah terpasang dan kompatibel.
  • Jaringan internet di rumah stabil.

III. Kebutuhan Fungsional
  • Functional Requirement-1: Sistem memungkinkan pengaturan waktu untuk alarm pagi.

  • Functional Requirement-2: Sistem otomatis menyalakan lampu saat alarm berbunyi.

  • Functional Requirement-3: Sistem memberikan informasi cuaca setiap pagi.

  • Functional Requirement-4: Sistem menyediakan berita terbaru secara berkala atau sesuai permintaan.

  • Functional Requirement-5: Sistem mengaktifkan pembuat kopi sesuai permintaan.

  • Functional Requirement-6: Sistem mengaktifkan alarm keamanan saat user mengatakan "I'm leaving".

  • Functional Requirement-7: Sistem mengaktifkan kontrol kamera keamanan jarak jauh.

  • Functional Requirement-8: Sistem memungkinkan pengendalian penyiram tanaman dari jarak jauh.

  • Functional Requirement-9: Sistem menonaktifkan alarm keamanan saat user mengatakan "I'm home".

  • Functional Requirement-10: Sistem menyalakan musik di rumah.

  • Functional Requirement-11: Sistem menyediakan resep makanan sesuai permintaan user.

  • Functional Requirement-12: Sistem menyalakan lampu ruang makan sesuai perintah user.

  • Functional Requirement-13: Sistem memungkinkan pengaturan alarm makan malam.

  • Functional Requirement-14: Sistem menyalakan TV dan mematikan lampu saat user mengatakan "I want to watch a movie".

  • Functional Requirement-15: Sistem mematikan lampu dan menutup gorden saat user mengatakan "Goodnight".


IV. Kebutuhan Non-Fungsional
  • Kinerja: Sistem harus merespons perintah dalam waktu kurang dari 1 detik pada koneksi Wi-Fi normal.
  • Keandalan: Sistem harus memiliki uptime 99.5%.
  • Keamanan: Data komunikasi harus dienkripsi menggunakan protokol TLS 1.3.
  • Portabilitas: Aplikasi harus kompatibel dengan Android versi 9+ dan iOS versi 13+.
  • Pemeliharaan: Sistem harus mendukung pembaruan otomatis untuk fitur baru.

V. Antarmuka Sistem
    V.1 Antarmuka Pengguna (UI)
  • Tampilan utama menunjukkan perangkat IoT yang terhubung.
  • Menu pengaturan jadwal otomatisasi.
  • Tampilan notifikasi aktivitas keamanan.
    V.2 Antarmuka Perangkat Keras
    Sistem harus mendukung perangkat IoT seperti lampu pintar, kamera CCTV, sensor pintu, dan termostat pintar.

    V.3 Antarmuka Perangkat Lunak
    Sistem harus terhubung dengan API perangkat IoT menggunakan protokol MQTT atau HTTP REST.
 
   V.4 Antarmuka Komunikasi
  • Sistem menggunakan Wi-Fi atau Bluetooth untuk komunikasi antar perangkat.
  • Aplikasi smart home akan memungkinkan pengguna untuk memonitor dan mengontrol perangkat rumah seperti lampu, AC, CCTV, dan sensor keamanan melalui perangkat seluler. Fitur utama meliputi:
  • Platform target: Android, iOS, dan integrasi dengan perangkat smart home berbasis IoT.

Use Case Diagram Untuk Aplikasi Smart Home






Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan 4-5 PPB (B) - 11/03/2026

Pertemuan 1 PPB (B) - 25/02/2026

Evaluasi Tengah Semester (ETS) PPB (B)